Syam.Eu.Org


Cara Mudah Menanam Cabe Rawit Dengan Sedikit Ongkos Dan Tanpa Mulsa
Cara Mudah Menanam Cabe Rawit Dengan Sedikit Ongkos Dan Tanpa Mulsa

Oleh: Syam | Waktu: Minggu, 21-07-2019, 6:24:40 WITA | Kategori: Pertanian | Suka: 1 | Tidak Suka: 1 | Komentar: 0 | Votes: 12 | Rating: 6.1/10

Cabe rawit adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari orang dan sangat laku dipasaran, oleh karena itu harga cabai rawit ini sering mahal bahkan sangat mahal, bisa mencapai lebih dari Rp.100.000,-/KG.

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara budidaya cabe rawit tanpa mulsa plastik dan hemat biaya namun berbuah lebat. Langsung saja ini dia tips dan triknya:

1. Persiapkan lahan tanam

Buat bedengan dengan lebar kurang lebih 120 CM dengan panjang yang disesuaikan dengan lahan. Sedangkan tingginya yaitu agar air tidak menggenang dan menenggelamkan bedengan saat hujan dan jangan juga terlalu tinggi.

Kemudian gemburkan tanah pada bedengan lalu buat lobang memanjang ditengah bedengan untuk menaburkan pupuk kandang atau pupuk kompos atau kedua-duanya, gunakan pupuk kandang yang tinggi kandungan kalium dan sedikit kandungan nitrogen, contohnya seperti pupuk kandang dari tahi ayam atau kompos dari serbuk kayu.

Kemudian taburkan kapur pada bedengan secukupnya hingga PH tanah mencapai 7.

Pemberian pupuk kandang atau kompos wajib Anda lakukan agar nantinya tanaman cabe rawit jadi sehat dan tidak kekurangan nutrisi. Selain itu juga agar menghemat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang makin mahal. Logikanya begini jika tanaman tomat nutrisinya cukup maka akan tahan terhadap serangan hama dan penyakit sehingga nantinya kita tidak akan bergantung kepada pestisida. Nantinya kita juga tidak usah melakukan pemupukan dengan pupuk kimia secara berlebihan, bahkan kita akan menggunakan pupuk kimia dalam jumlah yang sedikit karena tanah kita sudah subur.

Setelah ditabur pupuk organik tadi lalu tutup dengan tanah bekas galian lobang tadi lalu rapikan.

2. Pemasangan turus

Turus adalah tempat untuk penahan tanaman cabe agar tidak roboh dan buahnya mengenai tanah, bahannya berupa bambu atau anak kayu yang panjangnya sekitar 1,5 meter. Turus dipasang dengan cara ditancapkan ke bedengan lalu dikasih tali untuk mengikat sekaligus untuk penahan agar tanaman cabe tidak roboh. Turus dipasang sekitar 15 cm dari sisi kiri dan kanan bedengan. Jarak pemasangan turus adalah 50x70 cm.

Mengapa kita memasang turus duluan padahal tanaman cabe belum ada ? Karena agar memudahkan proses penanaman nantinya. Kita tinggal menanamnya didekat turus sehingga tidak perlu mengukur jarak tanam lagi.

3. Penyemaian, Penanaman, Dan Penyulaman

Pilih dan belilah bibit cabe rawit yang unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit agar nantinya tidak perlu terlalu banyak menggunakan pestisida.

A. Penyemaian

Siapkan tanah yang subur dan gembur untuk diletakkan pada wadah untuk melakukan persemaian, lalu tabur benih secara merata.

Letakkan pada tempat yang tidak terkena matahari langsung. Jaga kelembapan tempat persemaian agar tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu basah. Tunas akan mulai tumbuh pada umur 3-5 hari setelah dilakukan persemaian.

Setelah tinggi bibit cabe mencapai 8-11 CM, pidahkan ketempat penyepihan yaitu berupa bumbung dari daun pisang. Biarkan hingga panjang bibit mencapai 15-20 CM.

B. Penanaman

Bibit cabe yang mencapai 15-20 CM ditanam didekat turus, 1 tanaman per turus.

C. Penyulaman

Penyulaman dilakukan jika ada tanaman cabai yang mati, penyulaman dilakukan sampai tanaman berusia 25 hari.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

A. Perumputan

Perumputan yaitu pembersihan lahan dari gulma atau rumput baik secara manual atau menggunakan herbisida kontak.

B. Pemupukan

Pemupukan pertama dilakukan pada umur 20 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 1-2 KG untuk 1000 tanaman cabe. Pemupukan dilakukan dengan sistem cor atau kocor. Pemupukan selanjutnya dilakukan dengan interval atau jarak 10-15 hari, yaitu NPK sebanyak 3-5 KG dan KCL sebanyak 1 - 2 KG dalam 1000 tanaman dengan sistem cor juga.

C. Penyemprotan

Penyemprotan dilakukan untuk mencegah dan menghentikan serangan hama dan penyakit. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan insektisida, fungisida, dan bakterisida dengan interval 3-7 hari.

D. Perempelan

Perempelan adalah pembuangan tunas bawah (dibawah Y) ataupun pembuangan daun agar tanaman tidak terlalu lembab dan juga pembuangan bagian tanaman yang terserang penyakit. Perempelan biasanya dilakukan pada tanaman yang terlalu rimbun dan pada tanaman yang terkena penyakit.

5. Panen

Mulai panen biasanya saat tanaman berumur 90-120 hst. Buah dipanen jika sudah matang namun bisa juga yang masih belum matang namun harga jualnya biasanya jauh lebih murah dari pada cabe yang matang. Cabe yang matang berwarna merah, panen cabi yang masak dilakukan dengan selang 3 hari atau 4 hari sekali.

Nah itulah tadi cara menanam cabai rawit agar berbuah lebat dengan tanpa mulsa plastik dan hemat biaya.

Komentari Dan Beri Nilai
Nama

Jenis Kelamin

Isi Komentar


Konten Dengan Kategori Yang Sama
Konten Yang Mungkin Anda Suka
Back to TopHome PagePrivacy PolicyContact UsDisclaimer
Syam.eu.org adalah situs yang bersifat informatif dan menghibur jadi pada dasarnya situs ini ingin memberikan pengetahuan dan hiburan kepada para pengunjung. Untuk anak usia dibawah 13 tahun yang mengakses situs ini, kami harapkan dengan pengawasan dan bimbingan dari orang tua. Dengan menggunakan situs web kami, berarti Anda setuju dengan kebijakan Privasi dan Cookies serta menyetujui semua ketentuan yang ada dalam situs ini.