Syam.Eu.Org


Dampak Buruk Penggunaan Pestisida Terhadap Lingkungan
Dampak Buruk Penggunaan Pestisida Terhadap Lingkungan

Oleh: Syam | Waktu: Selasa, 23-07-2019, 20:59:19 WITA | Kategori: Alam Dan Lingkungan | Suka: 1 | Tidak Suka: 1 | Komentar: 0 | Votes: 13 | Rating: 5.7/10

Dibalik manfaat pestisida yang sangat luar biasa ternyata pestisida juga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan yang teramat besar juga. Penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan pestisida, menurut laporan PBB, mengurangi keanekaragaman hayati, musuh hama alami akan ikut mati, air tanah terkontaminasi dan nilai gizi makanan berkurang.

PBB merekomendasikan untuk melakukan metode agroekologi di seluruh dunia yang standar dan persyaratannya melampaui pertanian organik, daripada terus bergantung pada penggunaan pestisida. Penelitian telah menunjukkan bahwa metode agro-ekologis menghasilkan panen yang cukup untuk memberi makan seluruh populasi dunia.

Penyemprotan pestisida lebih banyak mengenai non target atau bukan sasaran seperti mengenai musuh alami hama, perairan, udara, tanah, dan sedimen.

Penggunaan pestisida yang berlebihan dan tidak sesuai dengan aturan penggunaan akan menyebabkan hama, penyakit, dan sasaran lainnya menjadi resistensi atau kebal.

Pada abad ke 19 pernah terjadi kasus keracunan akut yang didokumentasikan oleh Rachel Carson melalui tulisan dengan judul Silen Spring yang menggambarkan betapa buruknya dampak pestisida terhadap lingkungan. Tidak lama setelah kasus itu juga terjadi dampak buruk akibat penggunaan pestisida yaitu yang terjadi pada satwa burung ditingkat populasi akibat penggunaan DDT (diklorodifeniltrikloroetana / dichlorodiphenyltrichloroethan) untuk melawan malaria di negara-negara miskin dan berkembang. DDT adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasmi serangga. Kemudian dampak pestisida dipelajari oleh negara maju, terutama terhadap ikan dan burung.

Pestisida menjadi salah satu penyumbang polusi udara, ketika disemprutkan melalui pesawat. Pestisida yang disemprotkan pada tanaman bisa menguap dan tertiup angin sehingga mencemari udara dan membahayakan bagi ekosistem. Pestisida yang menguap dapat terhirup hewan dan manusia. Pestisida yang tidak dilarutan oleh air terutama pestisida bubuk dapat bergerak dan beterbangan layaknya debu, tentunya ini sangat berbahaya jika terhirup manusia dan binatang, juga dapat mempengaruhi kualitas presipitasi dan kondisi cuaca.

Perairan yang dicemari oleh pestisida sangat berbahaya bagi ekosistem air dan bagi yang mengkonsumsi air tersebut. Pencemaran pada perairan terjadi akibat melalui perkolasi menuju ke dalam tanah, terbang ke area di luar yang disemprotkan, dibawa oleh aliran air permukaan, atau ditumpahkan secara sengaja maupun tidak.

Pestisida yang tercemar pada tanah dapat bertahan selama beberapa dekade. Penggunaan pestisida akan mengurangi keragaman hayati pada tanah sehingga tanah akan berkurang kesuburannya. Tanah yang disemprot pestisida maka kandungan organiknya akan sedikkit sehingga mengurangi kemampuan tanah dalam menahan air.

Komentari Dan Beri Nilai
Nama

Jenis Kelamin

Isi Komentar


Konten Dengan Kategori Yang Sama
Konten Yang Mungkin Anda Suka
Back to TopHome PagePrivacy PolicyContact UsDisclaimer
Syam.eu.org adalah situs yang bersifat informatif dan menghibur jadi pada dasarnya situs ini ingin memberikan pengetahuan dan hiburan kepada para pengunjung. Untuk anak usia dibawah 13 tahun yang mengakses situs ini, kami harapkan dengan pengawasan dan bimbingan dari orang tua. Dengan menggunakan situs web kami, berarti Anda setuju dengan kebijakan Privasi dan Cookies serta menyetujui semua ketentuan yang ada dalam situs ini.